Download Buku IPS SMP Kurikulum 2013, Buku Siswa dan Buku Guru

Untuk menambah wawasan belajar IPS di SMP silakan download buku guru dan buku siswa untuk mata pelajaran IPS kelas 7 dan 8. Buku ini edisi revisi 2014, so yang terbaru. Berikut Link Downloadnya :
  1. Buku IPS Kelas 7 Buku Siswa
  2. Buku IPS Kelas 7 Buku Guru
  3. Buku IPS Kelas 8 Buku Guru

Download RPP IPS Kelas 7 Semester 1 Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 ternyata membawa dampak yang luar biasa. Mulai dari Buku pelajaran sampai dengan perangkat pembelajaran Guru ganti semua. Guru dibuat harus kerja ulang satu-satu, buat RPP yang strukturnya sangat berbeda dengan kurikulum KTPS.

Tapi bersyukurlah karena mata pelajaran IPS di SMP tidak dihapus seperti di SD dan SMK. Untuk RPP silakan download dalam versi word, jangan lupa di edit, ni hanya sekedar contoh. Download RPP IPS Kelas 7 Semester 1 Kurikulum 2013, silakan klik di sini

Dampak Masuknya Budaya Asing Ke Indonesia


DAMPAK MASUKNYA BUDAYA ASING KE BUDAYA NASIONAL

Masuknya budaya asing dapat terjadi melalui beberapa proses/cara, yaitu:
1.     Proses Difusi Kebudayaan, yaitu proses masuknya budaya asing sejalan dengan proses penyebaran unsur-unsur budaya global ke seluruh penjuru dunia.
  Difusi kebudayaan berlangsung seiring proses penyebaran penduduk yang sudah terjadi   sejak zaman praaksara hingga sekarang.
2.     Penetrasi Budaya, yaitu proses pengenalan dan masuknya budaya asing/baru. Penetrasi budaya ada 2 macam, yaitu penetrasi pasifik (damai) dan penetrasi violent (paksa).

Proses penyebaran unsure-unsur budaya asing ke masyarakat Indonesia saat ini berlangsung sangat cepat bahkan sering kali ada yang tidak begitu nyata dan tanpa disadari oleh masyarakat secara langsung. Hal tersebut disebabkan oleh adanya alat-alat penyebaran budaya yang canggih dan efektif. Derasnya penyebaran unsure-unsur budaya tentu saja memberikan pengaruh/dampak bagi perubahan dan perkembangan budaya nasional Indonesia baik yang positif maupun yang negative.

Macam-macam Contoh Budaya Lokal di Indonesia


MACAM-MACAM BUDAYA LOKAL DI INDONESIA

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multicultural karena masyarakatnya terdiri dari berbagai suku bangsa dengan budayanya masing-masing yang berbeda-beda. Oleh karena itu di Indonesia berkembang berbagai budaya local yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Budaya local itu merupakan unsure pembentuk budaya nasional. Sehingga keseluruhan budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia merupakan budaya nasional bangsa Indonesia.
Berikut ini beberapa contoh budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia:
1.     Tradisi Upacara Labuhan Merapi (Budaya masyarakat Yogyakarta khususnya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat).
2.     Tradisi Ngaben (Budaya masyarakat Hindu-Bali)
3.     Tradisi Batapung Tawar Maayun (Budaya masyarakat Martapura, Amuntai, Kandangan dan Banjarmasin)
4.     Karaban Sapi (Budaya masyarakat Madura)
5.     Tradisi Selamatan Dalam Lingkaran Hidup Manusia (Budaya masyarakat Jawa)

Unsur-Unsur Budaya Universal

UNSUR-UNSUR BUDAYA

Ada 7 Unsur Kebudayaan, yang disebut sebagai Unsur-Unsur Kebudayaan Universal
v  C. KLUCKHOHN, menyebutkan 7 unsur kebudayaan yaitu:
1.     Sistem Pencaharian Hidup
2.     Sistem Peralatan dan Teknologi
3.     Sistem Organisasi Kemasyarakatan
4.     Sistem Pengetahuan
5.     Bahasa
6.     Kesenian
7.     Sistem Religi dan Upacara Keagamaan
v  Sedangkan 7 unsur kebudayaan universal yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat adalah:
1.     Peralatan dan Perlengkapan Hidup
2.     Mata Pencaharian Hidup dan Sistem Ekonomi
3.     Sistem Kemasyarakatan
4.     Bahasa
5.     Kesenian
6.     Sistem Pengetahuan
7.     Religi
v  Ketujuh Unsur Kebudayaan tersebut, dikatakan sebagai Unsur-Unsur  Kebudayaan Universal karena dapat dijumpai pada setiap kebudayaan manapun di seluruh dunia, baik dalam masyarakat pedesaan maupun masyarakat kota besar.

Unsur-Unsur Kebudayaan Universal dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.     Peralatan dan Perlengkapan Hidup (Sistem Teknologi)
Peralatan dan Perlengkapan Hidup merupakan semua sarana dan prasarana yang digunakan oleh manusia/masyarakat dalam setiap proses kehidupan terutama dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.
Teknologi merupakan cara/teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.
Teknologi yang berkembang di masyarakat dan berfungsi sebagai peralatan dan perlengkapan hidup diantarannya adalah:
a.     Alat-Alat Produktif
b.    Senjata
c.     Wadah
d.    Alat-Alat menyalakan api
e.     Makanan
f.     Pakaian
g.    Tempat Berlindung dan Perumahan
h.     Alat-Alat Transportasi

2.     Sistem Mata Pencaharian Hidup ( Sistem Ekonomi)
Sistem Mata Pencaharian Hidup yang termasuk dalam unsure budaya universal terfokus pada mata pencaharian masyarakat tradisional, diantaranya:
a.     Berburu dan Meramu
b.    Beternak
c.     Bercocok tanam di Ladang
d.    Menangkap Ikan


3.     Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Sistem Kekerabatan

Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial.
Sistem kekerabatan adalah system menghitung garis keturunan atas dasar hubungan perkawinan dan hubungan darah.
Dapat pula disebutkan bahwa kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang mimiliki hubungan darah dan hubungan perkawinan.
Ada beberapa system kekerabatan yang dimiliki/dijalani oleh masyarakat di Indonesia, yaitu:
a.     Sistem Kekerabatan Bilateral
Sistem Kekerabatan Bilateral, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari dua pihak, yaitu dari pihak ayah dan ibu secara seimbang/bersama-sama
b.    Sistem Kekerabatan Unilateral
Sistem kekerabatan Unilateral, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari satu pihak, yaitu dari pihak ibu saja  yang disebut system matrilineal atau  dari pihak ayah saja yang disebut system patrilineal.
c.     Sistem Kekerabatan Ambilineal
Sistem Kekerabatan Ambilineal, adalah system kekerabatan yang menghitung garis keturunan dari pihak ayah dan pihak ibu secara bergantian, atau bisa dikatakan menghitung garis keturunan sebagian dari pihak ayah sebagian dari pihak ibu.
                       
Organisasi Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial akan selalu hidup bersama dengan orang lain untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Untuk mencapai tujuan-tujuan hidup tertentu yang tidak dapat dicapai sendiri, manusia bersama-sama dengan manusia lain dalam masyarakat akan membentuk perkumpulan/organisasi sosial.
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk masyarakat  baik formal maupun non formal (berbadan hokum maupun tidak berbadan hokum).
Berdasarkan bidang kegiatannya, organisasi sosial di masyarakat dibedakan menjadi:
a.     Organisasi Sosial di bidang Pendidikan, misalnya sekolah, lembaga pelatihan, LPK, dll.
b.    Organisasi Sosial di bidang Kesejahteraan Sosial, misalnya Panti Asuhan, Panti Jumpo, dan sebagainya.
c.     Organisasi Sosial di bidang Kesehatan, misalnya Rumah Sakit, Balai Pengobatan.
d.    Organisasi Sosial di bidang Keadilan, misalnya LBH.


4.     Bahasa
Bahasa merupakan wujud budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berinteraksi, baik secara lisan, tulisan maupun bahasa isyarat.
Secara umum bahasa berfungsi sebagai:
a.     Alat berekspresi
b.    Alat komunikasi
c.     Alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial
Secara khusus bahasa berfungsi untuk:
a.     Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari (fungsi praktis)
b.    Mewujudkan seni (fungsi artistic)
c.     Mempelajari naskah-naskah kuno ( fungsi filosofis)
d.    Usaha mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi

5.     Kesenian
Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga.
Kesenian secara umum dapat dibedakan menjadi:
a.     Seni Rupa, yaitu kesenian yang dapat dinikmati secara visual (melalui mata).
b.    Seni Suara, yaitu kesenian yang dapat dinikmati melalui telinga/didengar.
c.     Seni Drama, yaitu kesenian yang dapat dinikmati melalui mata dan telinga (dilihat dan didengarkan). Seni drama mengandung unsure-unsur dari seni lukis, seni musik, sastra, dan tari,

6.     Sistem Ilmu dan Pengetahuan
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang dapat diketahui, diterima dan dipahami oleh manusia dalam penggunaan panca indranya.
Setiap masyarakat, tidak mungkin dapat hidup tanpa pengetahuan tentang alam sekitarnya dan sifat-sifat dari peralatan hidup yang mereka pakai.
Sistem Pengetahuan dapat dibedakan menjadi:
a.     Pengetahuan tentang alam
b.    Pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan
c.     Pengetahuan tentang tubuh manusia
d.    Pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia
e.     Pengetahuan tentang ruang dan waktu

7.     Sistem Religi (Kepercayaan)
Kepercayaan/Religi adadalah suatu keyakinan bahwa hal-hal yang dipercayai itu benar dan nyata (Tuhan, manusia, benda-benda, hewan, dll); ada harapan dan keyakinan (akan kejujuran, kebaikan); ada orang-orang yang dipercaya(diserahi tugas); dan sebutan untuk system religi/agama yang ada di Indonesia.
Semua aktivitas manusia yang berkaitan dengan kepercayaan atau agama didasarkan pada suatu getaran jiwa, yang disebut emosi keagamaan (religius emotion). Emosi keagamaan inilah yang membuat manusia melakukan tindakan yang bersifat keagamaan

Pengertian Budaya Lokal dan Nasional

Pengertian Budaya Lokal dan Nasional
1.     Budaya Lokal
Budaya Lokal adalah budaya yang yang berkembang di daerah-daerah dan merupakan milik suku-suku bangsa di wilayah nusantara Indonesia. Budaya local hidup dan berkembang di masing-masing daerah/suku bangsa yang ada di seluruh Indonesia.
Contoh
  • Budaya Selamatan dalam lingkaran Hidup Manusia di Suku Bangsa Jawa  (Mitoni/Tingkep, Brokohan, Puputan, Sunatan, Perkawinan, Selamatan orang yang sudah meninggal, dll)
  • Budaya Garebeg Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat
  • Budaya Ngaben untuk masyarakat Suku Bangsa Bali
  • Dll
2.     Budaya Nasional
Budaya Nasional adalah kebudayaan yang terbentuk dari keseluruhan budaya local yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia sertah hasil serapan dari budaya asing atau budaya global, dengan ikatan yang menjadi cirri khas seluruh budaya di Indonesia yaitu nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Koentjaraningrat menyatakan bahwa kebudayaan nasional berfungsi sebagai pemberi identitas kepada suatu nation sebagai kontinuitas sejak kejayaan bangsa Indonesia pada masa lampau sampai kebudayaan nasional masa kini.
Pasal 32 UUD 1945 menyatakan: “Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya”.
Perwujudan Budaya Nasional
a.     Secara abstrak budaya nasional terwujud dalam system gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia.
b.    Sedangkan perwujudan konkret dari budaya nasional berupa
-          cara berbahasa
-          cara berperilaku
-          cara berpakaian
-          dan peralatan hidup

Pengertian Budaya Menurut Para Ahli

Pengertian Budaya / Kebudayaan
  1. Secara Etimologi.
Menurut asal katanya, Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu “buddayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddi” yang artinya budi atau akal. Jadi secara etimologi kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan dikenal dengan istilah culture yang berasal dari bahasa Latin “colere”, yaitu mengolah atau mengerjakan tanah (bertani).
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat, sehingga dapat dinyatakan dengan kalimat: “ Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan, sehigga tidak ada masyarakat yang tidak menghasilkan kebudayaan. Sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai wadah dan pendukungnya”.

  1. Menurut Para Ahli
Ada beberapa pengertian/definisi tentang kebudayaan yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya yaitu menurut:
a.     E.B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
b.    Ralp Linton
Kebudayaan adalah kofigurasi dan hasil dari tingkah laku yang dipelajari, yang unsure-unsur penentunya dimiliki bersama dan dilanjutkan  oleh anggota masyarakat tertentu.
c.     M.Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi benituiki teknologi sosial, ideology, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuannya merupakan warisan sosial.
d.    Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Kebudayaan merupakan sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
e.     Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.
           
 Selain beberapa definisi tersebut, ada beberapa pendapat lain dari para ahli yang berkaitan dengan kebudayaan.
a.     Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa:
Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Hal tersebut diistilahkan dengan cultural-dererminism.
Herskovits juga memandang kebudayaan sebagai suatu yang turun-temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang disebut Superorganic.
b.    J.J. Honingmann membedakan wujud kebudayaan menjadi 3, yaitu ideas, activities, dan artifacts.
c.     Koentjaraningrat membagi kebudayaan menjadi 4 wujud, antara lain:
  •  Artifak/benda-benda fisik semua hasil karya manusia yang bersifat konkret yang dapat diraba/difoto.
  •  Sistem tingkah laku dan tindakan berpola manusia yang merupakan penggambaran wujud tingkah laku manusia yang bersifat konkret, dapat difoto dan difilmkan.
  •  Sistem budaya yaitu system gagasan menggambarkan wujud gagasan dari kebudayaan yang berada dalam alam pikiran tiap individu, sifatnya abstrak, tidak dapat difoto dan difilmkan, hanya dapat diketahui dan dipahami.
  •  Sistem gagasan yang ideologis yang menentukan sifat dan corak pikiran, cara berpikir, serta tingkah laku manusia.

Pengertian In Group dan Out Group dalam Kelompok Sosial

In-Group adalah kelompok social yang individu-individunya mengidenti-fikasikan dirinya dengan kelompoknya. Dalam menunjukkan In-Group-nya dalam kehidupan sehari-hari diungkapkan dengan kalimat : kelom-pok saya, group saya, dsb.

 Out-Group adalah kelompok social yang oleh individu-individu diartikan sebagai musuh kelompoknya atau lawan In-Group. Out-Group sering sering diungkapkan dengan istilah : kelompok mereka, group mereka, kelas mereka, dsb.

Seiring dengan terbentuknya suatu kelompok social, timbul pula sikap dan perasaan diantara para anggotanya yang disebut perasaan In-Group. Orang-orang yang tidak termasuk ke dalam In-Group dianggap sebagai orang-orang Out-Group. Sikap dan perasaan terhadap anggota In-Group adalah sikap dan perasaan kepada orang dalam, sedangkan sikap dan perasaan terhadap anggota out-group adalah sikap dan perasaan kepada orang luar.

Konsekuensi Masyarakat Multikultural



1. Interseksi
Pengertian Interseksi

Interseksi adalah titik perpotongan atau pertemuan atau persilangan antara dua garis atau dua arah. Menurut Soerjono Soekanto, dalam kamus sosiologi, section atau seksi adalah suatu golongan etnis dalam suatu masyarakat yang majemuk, misalnya etnis Sunda, Jawa, Bugis, Minang dan lain-lain. Jadi secara sederhana dapat dikatakan bahwa interseksi merupakan persilangan atau pertemuan keanggotaan suatu kelompok sosial dari berbagai seksi baik berupa suku, agama, jenis kelamin, kelas sosial dan lain-lain dalam suatu masyarakat majemuk.

Secara sederhana, perbedaan suku bangsa, agama, ras daerah dan kelas sosial saling silang-menyilang satu sama lain, sehingga menghasilkan golongan-golongan yang juga saling silang menyilang. Oleh sebab itu, di banyak daerah, penggolongan individu-individu akan sekaligus menempatkan seseorang atau kelompok masyarakat pada beberapa kriteria.
Sebagai suatu proses sosial, interseksi mempunyai akibat terhadap kemajemukan masyarakat, diantaranya:

1) Meningkatkan solidaritas

2) Menimbulkan potensi konflik

Saluran Interseksi di Indonesia
Persilangan keanggotaan suatu kelompok sosial tidak terjadi begitu saja, namun dibantu dengan adanya interaksi di antara berbagai seksi. Interaksi antara satu seksi dengan seksi lainnya dilakukan melalui hubungan ekonomi, sosial dan politik.

1) Hubungan ekonomi
a) Melalui perdagangan
b) Melalui perindustrian

2) Hubungan sosial
a) Melalui perkawinan
b) Melalui pendidikan
3) Hubungan politik

Hubungan diplomatik atau hubungan antar negara juga akan menyebabkan terjadinya proses interseksi di antara para pejabat atau utusan dari masing-masing negara.

2.Konsolidasi

Merupakan perbuatan yang memperteguh atau memperkuat suatu hubungan. Jadi, konsolidasi adalah suatu proses penguatan atau peneguhan keanggotaan individu atau beberapa kelompok yang berbeda dalam suatu kelompok sosial, melalui tumpang tindih keanggotaan. Konsolidasi merupakan suatu proses yang berlangsung pada masyarakat majemuk.
Di dalam berbagai masyarakat, selalu terjadi konsolidasi atau tumpang tindih kriteria penentu keanggotaan kelompok atau kelas sosial. Tumpang tindih terjadi misalnya antara suku bangsa dengan agama, suku dengan pekerjaan, duku dengan kelas sosial dan lain-lain. Sehingga identitas agama dapat sekaligus merupakan identitas suku bangsa yang bersangkutan atau identitas suku dengan pekerjaan tertentu. Misalnya suku Melayu identik dengan agama Islam, suku Bali identik dengan agama Hindu, suku Minang dan Cina identik dengan pekerjaan dagang atau usaha jasa.

3. Mutual Akulturasi

Jika suatu kelompok masyarakat dengan tipe kebudayaan tertentu memiliki sikap terbuka dengan kebudayaan lain, maka akan terjadi mutual akulturasi. Suatu mutual akulturasi didahului oleh interseksi yang berjalan terus-menerus sehingga menimbulkan rasa saling menyukai kebudayaan lainnya dan secara sadar atau tidak, individu-individu masyarakat tersebut akan mengikuti dan menggunakan perwujudan kebudayaan lain tadi. Misalnya, makanan dari beberapa etnis diminati dan disukai oleh kelomok masyarakat lainnya.

4.Primordialisme

Primordialisme adalah suatu pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya sehingga membentuk sikap tertentu. Primordial artinya ikatan-ikatan utama seseorang dalam kehidupan sosial, dengan hal-hal yang dibawa sejak kelahirannya, seperti suku bangsa, ras, daerah dan sebagainya.

Primordialisme muncul disebabkan oleh beberapa hal, antara lain sebagai berikut:
1) Adanya sesuatu yang dianggap istimewa pada rasnya, suku bangsanya, agamanya atau daerah kelahirannya
2) Sikap ingin mempertahankan keutuhan kelompok atau komunitas dari ancaman luar
3) Adanya nilai-nilai yang dijunjung tinggi karena berkaitan dengan keyakinan, misalnya nilai keagamaan, falsafah hidup dan lain-lain.

5.Stereotip Etnis

Stereotip etnis berkaitan dengan ras, suku bangsa, kepercayaan, pekerjaan maupun kebangsaan. Pada hakikatnya seteotip merupakan imaginasi mentalitas yang kaku, yaitu dalam wujud pemberian penilaian negatif yang ditujukan kepada out-groupnya. Sebaliknya kepada sesama in-group akan memberikan penilaian yang positif. Stereotip dengan outgroup yang kaku dapat menyebabkan timbulnya prasangka (prejudice) yang kuat.
Tumbuhnya stereotip dalam diri seseorang adalah sebagai akibat pengaruh suatu persepsi tertentu dan berfungsi untuk meyakinkan diri sendiri. Adanya berbagai perbedaan ras diantara segmen penduduk yang porsinya tidak sama dalam wilayah geografis atau sosial, akan dapat menimbulkan kesulitan. Stereotip etnis ini dapat menyebabkan seseorang bersifat konservatif dan tertutup terhadap hal-hal baru dan asing.