Sunday, April 12, 2009

A. Konsep Pasar
Pasar memang sering dikaitkan dengan tempat, yaitu tempat bertemunya pihak pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi sehingga terjadi proses jual beli.
Ada 2 sifat pasar :
1. Konkret (nyata), yaitu tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli
2. Abstrak (tidak nyata) yaitu terjadinya transaksi jual beli tanpa penjual dan pembeli bertemu secara langsung.

Secara garis besar, ada tiga pasar utama (three basic market) yaitu
a. Pasar barang dan jasa
Dalam pasar barang dan jasa, yang diperjualbelikan ialah barang maupun jasa dan pembeli juga akan berusaha mendapatkan barang yang dibutuhkannya dengan harga sesuai kemampuannya.
Contoh : Pak Ucok menawarkan kemeja dengan harga Rp. 25.000,00 per potong. Bu Cicih yang akan membeli kemeja dari Pak Ucok berusaha mendapatkan kemeja tersebut dengan harga Rp. 20.000 per potong. Setelah terjadi tawar menawar dalam transaksi jual beli tersebut, dicapai kesepakatan harga kemeja tersebut Rp. 22.000,00 per potong.
b. Pasar Tenaga Kerja
Pasar yang terdapat permintaan dan penawaran tenaga kerja
Contoh : Dalam surat kabar ada beberapa bagian / kolom mengenai lowongan pekerjaan merupakan salah satu contoh permintaan tenaga kerja yang berasal dari orang-orang yang mencari / membutuhkan pekerjaan

c. Pasar Keuangan
Di dalam pasar keuangan yang diperjualbelikan bukan uang (secara fisik) melainkan hak penggunaan uang.
Contoh : Kamu mempunyai sejumlah uang yang seharusnya dapat kamu belanjakan. Akan tetapi kamu lebih memilih untuk membeli surat berharga, misalnya saham / perusahaan. Sebagai imbalan karena kamu bersedua menunda penggunaan uang tersebut, maka kamu memperoleh pendapatan dari saham yang disebut dividen.
Pasar keuangan dibagi menjadi dua yaitu :
1. Pasar Modal
Yang diperjualbelikan dalam pasar ini ialah surat berharga dalam jangka panjang / lebih dari satu tahun
Contoh : Serifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SPBU)
2. Pasar Uang
Yang diperjualbelikan dalam pasar ini ialah surat berharga jangka pendek
Contoh: Saham dan obligasi

B. BENTUK-BENTUK PASAR
Pasar barang dan jasa dapat dikelompokkan berdasarkan :
1. Mutu pelayanannya
2. Sifat pendistribusinya
3. Luas jaringan distribusinya
4. Waktu
5. Berdasarkan posisi perusahaan di dalam pasar

1. Berdasarkan mutu pelayanannya pasar dapat dibagi sebagai berikut
a. Pasar tradisional, merupakan pasar yang dibangun pemerintah, swasta, komperasi, swadaya masyarakat. Usaha perdagangan pada pasar tradisional biasanya berskala kecil karena modalnya juga kecil. Di pasar tradisional, proses jual beli dilakukan melalui tawar menawar.
b. Pasar Modern, adalah pasar yang dibangun pemerintah swasta, atau koperasi yang berbentuk mall, supermarket, department store, dan shopping center. Pengelolaan pasar modern dilakukan secara modern, bermodal relatif kuat, dan dikelola oleh seorang pengusaha besar. Proses tawar menawar tidak dapat dilakukan seperti di pasar tradisional.

2. Berdasarkan luas jaringan distribusi, pasar dapat dibagi menjadi berikut ini:
a. Pasar grosir / perkukalan adalah pasar tempat dilakukannya usaha perdagangan partai besar. Harga barang di pasar grosir lebih murah karena pembeli harus membeli dengan jumlah besar.
b. Pasar eceran adalah pasar tempat dilakukannya perdagangan dalam Partai kecil.

3. Berdasarkan luas jaringan distribusi, pasar dapat dibagi menjadi berikut ini
a. Pasar lokal / setempat adalah pasar yang meliputi satu daerah tertentu dan barang yang dijualbeikan ialah barang kebutuhan sehari-hari.
b. Pasar Daerah, adalah pasar yang lebih besar dari pasar lokal dan biasanya meliputi satu daerah tertentu seperti pasar kecamatan / pasar kabupaten
c. Pasar Nasional adalah pasar yang meliputi satu wilayah negara
d. Pasar Internasional adalah pasar yang memperjualbelikan suatu barang di beberapa negara

4. Berdasarkan waktu, pasar dapat dibagi menjadi berikut ini:
a. Pasar Harian, yaitu pasar yang berlangsung setiap hari
b. Pasar Mingguan, yaitu pasar yang berlangsung hanya satu hari dalam seminggu
c. Pasar Bulanan, yaitu pasar yang berlangsung hanya satu bulan sekali
d. Pasar Tahunan, yaitu pasar yang berlangsung sekali dalam satu tahun

5. Berdasarkan posisi perusahaan dalam pasar (Struktur Pasar)
a. Pasar Persaingan Sempurna
Pasar yang benar-benar merupakan pasar persaingan sempurna.
Pasar persaingan sempurna mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) Banyak penjual dan pembeli
2) Barang yang diperjualbelikan ialah barang homogen
3) Produsen tidak memiliki kekuatan untuk menentukan harga
4) Sangar mudah untuk keluar / masuk pasar
Barang Homogen adalah barang-barang yang dapat memberikan kepuasan / kegunaan sama bagi konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya.
b. Pasar Monopoli (Monopoly)
Ada beberapa ciri dari perusahaan Monopoli yaitu:
1) Hanya ada satu penjual
2) Tidak mempunyai barang pengganti yang mitip
3) Produsen dapat menentukan harga serta jumlah barang yang akan dijual
4) Sulit untuk memasuki pasar monopoli karena ada hambatan bagi perusahaan lain yang ingin memasuki pasar monopoly berupa hambatan teknis dan hambatan illegal,
Hambatan teknis adalah kemampuan perusahaan yang sangat efisien dalam berproduksi sehingga sulit untuk disaingi.
Hambatan ilegal adalah hambatan untuk masuk ke pasar karena dibatasi oleh Undang-Undang / Peraturan Pemerintah yang memberikan hak khusus kepadasatu perusahaan.
c. Pasar Persaingan Monopolitis (Monopolitik Cpmpetition)
Contoh pasar Persaingan Monopolistis adalah Pasar produk pakaian jadi tersebut dapat dikelompokkan sebagai barang diferensiasi.
Pasar untuk produk pakaian jadi termasuk dalam Pasar yang berstruktur persaingan monopolitis karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) Banyak penjual
2) Barang diferensiasi
3) Ada produsen yang dapat mempengaruhi harga
4) Relatif mudah untuk masuk / keluar pasar

d. Pasar Oligopoli (Oligopoly)
Pasar oligopoli mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1) Terdapat beberapa produsen
2) Barang yang ada di pasar bersifat homogen
3) Jika beberapa produsen tersebut bekerjasama maka akan bisa mempengaruhi harga, tetapi jika tidak bekerjasama maka hanya sedikit mempunyai kemampuan menentukan harga
4) Cukup sulit untuk memasuki pasar oligopoli
Oligopoli dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:
1) Oligopoli barang homogen
Penjual hanya bisa menjual barang-barang yang sama
2) Oligopoli barang diferensial
Penjual sebenarnya menjual barang yang sama tetapi dengan merek / kwalitas yang berbeda

C. Kedudukan Pasar dalam Kegiatan Ekonomi
Secara rinci peranan pasar bagi konsumen, produsen dan pemerintah adalah sebagai berikut:
1) Bagi Konsumen, pasar memberikan kemudian untuk memperoleh kebutuhan barang maupun jasa
2) Bagi Produsen, pasar merupakan tempat untuk memperoleh bahan baku dan menjual hasil produksi
3) Barang pemerintah, pemerintah juga melakukan kegiatan konsumsi barang dan jasa
Fungsi pasar adalah sebagai berikut:
a. Fungsi Distribusi
Distribusi merupakan kegiatan ekonomo yang penting karena memperlancar hubungan antara produsen dengan konsumen. Pasar merupakan tempat distribusi karena produsen dapat menjual hasil produksinya di pasar melalui perantara atau pedagang sehingga konsumen dapat memperoleh kebutuhannya dengan mudah di pasar
b. Fungsi Pembentukan Harga
Melakukan tawar menawar antara pembeli dan penjual
c. Fungsi Promosi
Categories:

0 comments:

Post a Comment

Followers

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!