Wednesday, April 20, 2011

A. Perbedaan Perspektif Antara Kelompok Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
v Golongan tua:
Kelompok nasionalis golongan tua yang mengambil strategi kooperasi terhadap pemerintah jepang. Kelompok ini bersifat hati-hati dalam mencemati masalah kemerdekaan. Mereka berpendapat bahwa kemerdekaan harus dilaksanakan sesuai dengan persetujuan perjanjian dengan Jepang. Mereka tidak mau melanggar perjanjian itu karena akan terjadi pertumpahan darah. Selain itu, mereka juga mengetahui bahwa jepang di beri tugas oleh sekutu untuk mempertahankan status Quo di Indonesia. Beberapa tokoh golongan tua antara lain: Moh.Yamin, Kihajar Dewantoro, Kyai Haji Mansyur, Dr.Buntara, dan Mr.Iwa Kusuma Sumantri.

v Golongan Muda:
Kelompok Nasionalisme golongan muda yang anti Jepang dan anti Fasis. Golongan muda bersikap agresif. Mereka menginginkan proklamasi kemerdekaan secepatnya dilaksanakan sebelum sekutu mengambil ekuasaan dari Jepang. Para pemuda menginginkankan proklamasi kemerdekaan lepas dari pengaruh Jepang. Kemerdekaan Indonesia hanya dapat dan harus dilaksanakan oleh bangsa Indonesia sendiri bukan sebagai hadiah dari jepang. Beberapa tokoh yang berperan mempercepay kemerdekaan adalah: Sukarni, Adam Malik, Dr. Muwardi, Wikana, Chaerul Shaleh, M.M. Drah Pandu Wiguna< Maruto Nitimiharjo, Johar NUr Sayoko, dan syarif Thayeb.
Kendati berbeda pendapat, di anatra ke-2 golongan sepakat untuk menetapkan tokoh yang pantas memproklamasikan kemerdekaan yaitu Soekarno dan Hatta.

B. Kronologi Proklamsi Kemerdekaan Indonesia
Akhir perang Asia Timur Raya
o Pada tanggal 7 Desember 1941
Perang dunia II di kawasan Asia Pasifik berawal dari peristiwa pemboman pangkalan laut AS di Perl Harbour (Hawai).
o Pada tanggal 7 Mei 1942.
Sekutu berasil memukul mundur Jepang dalam pertemputan di laut karang
o Pada tanggal 7 September 1944.
Perdana mentri Kaiso mengeluarkan janji kemerdekaan kepada Indonesia.
o Pada tanggal 29 April 1945
Jepang menyetujui terbentuknya DOKURITSU JUNBI COSAKAI (BPUPKI) yang diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat
o Pada tanggal 6 Agustus 1945
Sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima
o Pada tanggal 9 Agustus 1945
-Sekutu menjatuhkan bom atom di Nagasaki
-Soekarno, Moh.Hatta, dan Radjiman Widyodiningrat di undang ke Dalath (Vietnam) untuk bertemu Jendral Terauchi
o Pada tanggal 14 Agustus 1945
-Soekarno dam kawan-kawan kembali ke Indonesia
-Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu
o Pada tanggal 15 Agustus 1945
Indonesia berada dalam Vacum Of Power (kosong kekuasaan) artinya pada saat itu tidak ada satupun pemerintahan yang berkuasa di Indonesia

v Peristiwa Renglasdengklok

Ø Pada tanggal 16 Agustus 1945
-Soekarno dan Moh.Hatta dibawa pemuda kerenglasdengklok pada pukul 04.00 yang bertujuan untuk menjauhkan kedua tokoh tersebut dari tekanan dan pengaruh Jepang
-Soekarno dan Moh.Hatta tiba kembali di Jakarta pada pukul 23.00 WIB

v Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan

Ø Pada tanggal 17 Agustu !945
- Pukul 02.00 Soekarno memimpin rapat PPKI di rimah Laksamana Tadashi Maeda untuk merumuskan teks Proklamasi
- Pukul 10.00 WIB Soekarno dengan didampingi Moh.Hatta membacakan teks Proklamasi dikediaman Soekarno diJl. Pegangsaan Timur No.56 Jakarta

C. Penyebaran Berita Proklamasi Melalui Berita Radio,Pamfle, dan Selebaran

Syahrudin seorang wartawan kantor berita Domei sejak pagi hari pada 17 Agustus 1945 telah memperoleh salinan naskah Proklamasi dan menyampaikannya kepada Bagian Radio Domei, Waidan B. Penelewen. Kemudian ia memerintahkan F.Wuz seorang petugas telekomunikasi untuk menyiarkan segera berita Proklamasi 3 kali berturut-turut. Sejak 1946 pemancar RRI Yogyakarta berasil menyiarkan The Voice Of Free Indonesia yang disiarkan oleh Molly Warne.
Meskipun sudah ratusan stensilan dicetak stensilan itu masih belum cukup. oleh karena itu Subarjo yang bekerja di Balai Pustaka dimintai bantuan untuk mencetak stensilan yang lebih banyak. Demikian B.M Diah diminta supaya menggunakan percetakan Asia Raya untuk mencetak ratusan ribu eksemplar naskah Proklamasi.

D. Proses Terbentuknya Negara Dan Pemerintahan Dengan Sidang PPKI

Sejak Proklamasi Kemerdekaan PPKI menjadi satu-satunya organisasi tertinggi yang di miliki Bangsa Indonesia ynga melakukan sidang-sidang berikut

1. Sidang PPKI pertama pada 18 Agustus 1945 menghasilkan 3 keputusan sebagai berikut:
a. Menetapkan mengesahkan UUD 1945
b. Memilih dan menetapkan Ir.Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai Wakil Presiden
c. Sebelum terbentuknya MPR untuk sementara pekerjaan Presiden dibantu oleh KNIP
2. Sidang PPKI ke 2 pada 19 Agustus 1945 menghasilkan 2 keputusan sebagai berikut:
a. Menetapkan 12 kementrian dalam lingkungan pemerintahan Dalam Negeri, Luar Negeri kehakiman, keuangan, kemekmuran, kesehatan pengajaran, sosial, pertahanan, perhubungan, dan pekerjaan umum
b. Membagi daerah RI menjadi 8 provinsi, yaitu: Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan
3. Sidang PPKI yang ke 3 pada 22 Agustus 1945 menghsilkan keputusan sebagai berikut:
a. Membentuk KNIP
b. Membentuk Partai Nasional Indonesia
c. Membentuk badan Keamanan Rakyat

E. Dukungan Dari Berbagai Daerah Berupa Dukungan Spontan Dan Tindakan Heroik Dari Berbagai Daerah

1. Rapat Kaksasa Di Lapangan Ikada
Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945 ternyata menimbulkan masalah baru karena Belanda tidak setuju dengan kemerdekaan Indonesia. Hal itu mendorong para pemuda Jakarta yang tergabung dalam komite Van Aksi Menteng 31 untuk mengerahkan masa ke Lapangan Ikada. Pada 19 September 1945 Masa berbondong-bondong membanjiri Lapangan Ikada untuk menggelar rapat Kaksasa. Dalam rapat itu presiden meminta kepercayaan dan dukungan rakyat kepada pemerintah RI dengan cara mematui perintah-perintahnya dan tunduk pada disiplin.

2. Pernyataan Sri Sultan Hamengkubuono IX (5 September 1945)
Dimassa penjajahan Hindia-Belanda kesultanan Yogyakarta merupakan salah satu pecahan kesultanan Mataram berdasarkan perjanjian Gianti 1757 dan perjanjian Salatiga.
Kendati wilayahnya kecil, Kesultaan Yogyakarta memiliki andil yang cukup besar dalam kecah perjuangan Bangsa. Bahkan Belanda tetap menghormati Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat tatkala berita Proklamasi Kemerdekaan mulai tersebar ke Tanah Air. Sri Sultan Hamengkubuono IX dengan spontan menyatakan bergabung dengan RI. Dukungan tersebut diumumkan pada 5 September 1945.

3. Tindakan Heroik Diberbagai Daerah

1) Tindakan Heroik DI Surabaya
Di Surabaya selama Bulan September terjadi perebutan senjata di gudang Mejiu Don Busco, perebutan markas-markas Jepang dan perebutan pabrik-pabrik yang tersebar di seluruh kota. Pada 1 Oktober 1945 Kenoeitai (Polisi Rahasia) yang dianggap kekejaman Jepang di serbu rakyat. Pada 25 Oktober 1945 2 perwira utusan Brigjen Mallaby menemui Gubernur Surjo dan memaksa Gubernur menghadap kekapalSekutu yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Keadaan inilah yang membakar pecahnya perang 10 November 1945 di Surabaya, yang sekarang ini diperingati sebagai Hari Pahlawan.

2) Tindakan Heroik Di Kalimantan
Di Kalimantan dukungan Proklamasi Kemerdekaan dilakukan dengan berdemokrasi, pengibaran Bendera Merah-Putih dan mengadakan rapat-rapat. Pada 14 November 1945 dengan beraninya sekitar 8000 orang berkumpul di komplek NICA dengan mengarak Bendera Merah-Putih.

3) Tindakan Heroik DI Yogyakarta
DI Yogyakarta perebutan kekuasaan dimulai pada 26 September 1945. Mereka memaksa Jepang untuk menyerahkan semua kantor kepada pihak Indonesia. Pada 26 September 1945 KNI Yogyakarta mengumumkan berdirinya pemerintah RI di Indonesia. Pada 1 Oktober malam, BKR dan kepolisia menyerbu Tongsi Otsuka Butai yang berada di kota baru. Malam itu juga Otsuka Butai menyerah.

4) Tindakan Heroik Di Semarang
Di Semarang antara 15-20 Oktober 1945 pecah pertempuran Lima Hari. Insiden ini, bermula dari gugurnya Dr. Karyadi yang sedang memeriksa keadaan air minum di Candi yang sedang diisu telah meracuni Jepang.

5) Tindakan Heroik Di Makasar
Para pemuda mendukung Gubernur Sulawesi Dr. Sam Ratulangi dengan merebut gedung-gedung Vital dari tangi polisi. Di Gorontalo para pemuda berhasil merebut senjata dari markas-markas Jepang pada 13 Sepember 1945. Di Sumbawa pada Desember 1945 berusaha merebut markas-markas Jepang. Pada 13 Desember 1945 secara serentak para pemuda melakukan penyerangan terhadap Jepang.

6) Tindakan Heroik Di Aceh
Di Aceh pada 6 Oktober 1945 para pemuda dan took masyarakat membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API) 6 Hri kemudian Jepang melarang berdirinya organisasi tersebut. Pimpinan pemuda menolah dan timbullah pertempuran. Para pemuda mengambil alih kanto-kantor pemerintsh Jepang, melucuti senjatanya dan mengibarkan Bendera Merah-Putih.

7) Tindakan Heroik Di Palembang
Di Palembang pada 8 Oktober 1945 Dr.A.K.Gani memimpin rakyat mengadakan upacar pengibarab Bendera Merah-Putih. Perekutan kekuasaan di Plembnag dilakukan tanpa Insiden. Pihak Jepang berusaha menghindari pertempuran.
Categories:

6 comments:

Followers

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!